Artikel

PENCERAHAN IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH DARI SANG PENCERAH

Berdirinya Muhammadiyah merupakan salah satu pelopor bagi kita semua bahwa hidup beragama tidak sesulit dan seneko-neko yang sebelumnya terjadi. Muhammadiyah mencoba memerangi budaya TBC (Takhayul, Bit’ah, Khurafat) supaya masyarakat Kauman pada waktu itu tidak salah alamat ketika menyembah kepada Allah SWT. Gerakan Tajdid secara kebahasaan berarti pembaharuan, yaitu proses memperbaharui sesuatu yang dipandang usang atau rusak. Begitupun keadaan kegiatan keagamaan yang berlangsung pada daerah Kauman saat itu, dan perlunya pembaharuan untuk meluruskan nilai-nilai keagamaan yang sekiranya perlu diluruskan.

Sesuai dengan perkembangan jaman Muhammadiyah mencoba menggait semua kalangan untuk bisa bergabung dalam misi keagamaan yang modern sesuai dengan cita-cita pendiri Muhammadiyah yaitu KH. Ahmad Dahlan. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) merupakan hasil dari perkembangan perkumpulan muhammadiyah itu sendiri yang keanggotaan pastinya mahasiswi- mahasiswa di unversitas atau perguruan tinggi.

Berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dari faktor internal sebenarnya lebih dominan dalam bentuk motivasi idealisme, motif untuk mengembangkan idealisme Muhammadiyah, yaitu cita-cita Muhammadiyah itu sendiri. Pada hakikatnya Muhammadiyah adalah sebuah wadah organisasi yang mempunyai cita-cita besar atau tujuan untuk menegakkan dan menjunjung tinggi agama islam, sehingga terwujud keadilan dan kemakmuran bagi seluruh masyarakat.

Dengan berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah diharapkan dapat menghimpundan membina mahasiswa dan mahasiswi Muhammadiyah sebagai generasi penerus tombak perjuangan Muhammadiyah dalam mencapai cita-cita.

Billahi Fii Sabililhaq Fastabiqul Khoirot merupakan kalimat yang sering tergaung pada setiap kegiatan yang diadakan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Dilihat dari susunan kalimatnya, pada bagian kata Billahi dalam padanan bahasa Indonesia maupun keistilihan merupakan perwakilan hati nurani untuk mencapai sebuah kebenaran yang diukur atau parameter melalui kekuatan moralitas dan perilaku manusia. Kata Billahi juga merupakan refresentasi naluri dan gagasan yang diaktualisasikan dan prinsip nilai kemanusiaan.

Sedangkan kata Fii Sabilillah adalah substansi dengan memaksimalkan potensi diri yang memiliki dukungan moralitas dan perilaku yang baik sebagai jembatan untuk melakukan segala kamampuan gagasan, material, spirit, dan etos kerja untuk menjunjung tinggi nilai-nilai islamsebagai spirit amal sholeh. Dan dilanjutkan dengan kata Haq yang terusannya adalah Fii Sabililhaq yang artinya melakukan segala kemampuan dan gagasan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai islam dalam prinsip kemanusiaan yang dikerjakan sesuai dengan hak dan kewajiban tanpa ada rasa iri hati. Kuniversalan Fii Sabililhaq merupakan jembatan untuk menengahi segala faktor negatif, sehingga kesadaran manusia bisa terarah dan focus pada amaliyah.

Kata Fastabiqull Khoirot yang terdapat pada surah Al-Baqoroh ayat 148 yang memiliki arti “berlomba-lombalah kalian dalam kebaikan” tanpa mengenal tapal batas, waktu, komunitas maupun organisasi. Dengan demikian Fastabiqul Khoirot merupakan langkah strategis manusia sebagai alat penyempurna segala aspek ibadah, keimanan, ketaqwaan, kesholehan sosialnya, dan keyakinan akan sang pencipta. Makna inilah yang merupakan pedoman gerak langkah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah untuk mencapai dan mensukseskan cita-cita Muhammadiyah serta sebuah mainstream sebagai jalan doktrinal ideologi untuk mencapai kesempurnaan Haq dijalan Allah SWT.

Lalu Bagaimana Dengan Trilogi IMM ?

Trilogi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah adalah tiga tanggung jawab kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang diantaranya adalah Keagamaan, Kemahasiswaan, Kemasyarakatan. Artinya kader-kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah mempunyai tanggung jawab mengaktualisasikan Trilogi tersebut. Maka kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah harus memiliki tauhid dan internalisasi Muhammadiyah yang kuat, intelektual dengan nalar kritis tanpa ada kepentingan  serta rasa sosial yang besar.

Mengaktualisasikan Trilogi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dengan berlandaskan kalimat Billahi Fii Sabililhaq Fastabiqul Khoirot merupakan bentuk dalam menjalankan islam yang kaffah dan seimbang antara kesholehan individu yang meliputi tauhid, intelektual, serta kesholehan sosial. Itulah esensi dari gerakan sosial profetik yang harus tertanam dalam setiap kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.

Sumber : Film Sang Pencerah (2010) MVP Pictures

 

Oleh:

Armanda Oki Prakoso

Sekertaris Bidang RPK PK IMM Al Idrisi FG UMS 2019/2020