Puisi

TENTANG LELAKI TUA (Untuk Mbah Moen Tercinta)

Hari ini An,

Saat umurmu belum genap sewindu

Pahlawan kita telah selesai

Melakukan tugas sejarahnya

Menjaga Indonesia tetap bhineka

 

Pada saat nanti,

Jika kau sudah mengerti An

Aku berjanji untuk menceritakan kisah seorang lelaki

Yang semangatnya menjadi semangat pamanmu.

Ia sebijak Batara Guru, sepatriot Batara Wisnu.

Pada saat lagu Indonesia Raya berkumandang,

Ia tegakkan tubuhnya yang renta. Mengkerdilkan tubuh-tubuh pemuda yang ingin ganti ideologi Pancasila.

Ia laksana peta, tempat orang-orang bingung bertanya tentang cara menjaga tanah warisan bunda

 

Kini, di tanah haram ini An,

Sejuta mata melihat, sejuta telinga mendengar,

gema tahlil dan solawat badar,

dalam menjaga indahnya persatuan.

 

.

Oleh:

Al Iklas Kurnia Salam

(Alumni IMM FKIP UMS, Staf Pengajar Ponpes Darul Fikri Sidoarjo, Jawa Timur)