Artikel

Resensi Buku Theologi Al-Ashr

Judul Buku : Theologi Al-Ashr

Penulis : Azaki Khoirudin

Penerbit : Suara Muhammadiyah

Tahun Terbit : Juli 2015

Jumlah Halaman : 398 hlm

oleh IMMwati Anindita Rahma Firdausya, Kader PK IMM Averroes

 

Resensi

Tentang Ahmad Dahlan.

Ahmad Dahlan dengan Muhammadiyah seperti 2 sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Dimana beliau merupakan pendiri maupun presiden Muhammadiyah yang pertama kali. Memiliki nama kecil Mohammad Darwis namun masih belum diketahui dengan pasti kapan beliau lahir. Ketokohannya kerap sekali disamakan dengan Cokroaminoto. Beliau pergi haji pertama kali pada tahun 1889 dan berangkat ke Mekkah lagi di tahun 1903 berniat untuk belajar ilmu fikih, falak, qiroah. Dan beliau berangkat haji yang kedua kalinya untuk mendalami ilmu agama lagi dengan kemungkinan mendapat biaya dari Sultan HB VII.

Ahmad Dahlan dikenal sebagai tokoh pembaharu gerakan amal daripada gerakan teori dan pemikiran. Karya amaliyah nya sudah sangat monumental. pertama, meluruskan arah kiblat dan juga menganjurkan melaksanakan sholat id di lapangan. kedua, pembinaan umat melalui pengajian pengajian secara melembaga. ketiga, mempelopori pendirian sekolah islam modern. keempat, mendirikan PKU. kelima, Komitmen literasi dengan mendirikan suara muhammadiyah dan taman pustaka. keenam, penggagas pendirian organisasi kewanitaan yaitu Aisyiyah. KH Ahmad Dahlan diberikan julukan Kiai Wal Ashri dilingkungan masyarakat. Beliau mengajarkan surah ini selama +-8 bulan lebih lama dibandingkan dengan surah al maun, dan dari sinilah menggali falsafah,ajaran dan etos yang terdapat dalam surah al ashr.

 

Pemberdayaan wanita oleh KH Ahmad Dahlan melalui pengajian wal ashri.

Ahmad Dahlan berfikir bahwasanya islam tidak akan berkemajuan, bahkan dunia tidak akan berkemajuan jika wanita hanya dibelakang menjadi pelayan dan oengekot laki laki. Dengan begitu beliau menciptakan suatu perkumpulan Sapa Tresna. Disini membantu remaja putri yang terbelakang dalam masalah pendidikan.

Awal mula terbentuknya pengajian Wal Ashri ini timbul dari pemikiran Ahmad dahlan untuk membina kaum wanita dengan dikumpulkan menjadi satu dan diberikan ilmu agama, pengajian tersebut dilakukan setiap bada ashar hingga sebelum maghrib selama 8 bulan lamanya. Pemudi yang digembleng diantatanya : Siti Bariyah, Siti Dawimah, Siti Dalalah, Siti Busyra, Siti Wadingah, Siti Badilah. Lalu terbentuklah suatu organisasi wanita bernama Aisyiyah dengan diketuai oleh Siti Bariyah. Setelah Aisyiyah sudah memiliki beberapa anggota, maka timbulah cita cita Ahmad Dahlan untuk mendirikan gedung khusus untuk wanita.

 

TEOLOGI MUHAMMADIYAH

” Tidak ada organisasi tanpa intelektual ” – Gramci

Begitupun Muhammadiyah dengan pemimpin,tokoh,pemikirnya. Pemikiran sebagai manifestasi intelektualitas manusia dan perilaku hidupnya sehari hari. Tampa terkecuali dengan Teologi Al Ashr yang masih memerlukan landasan teoritis dan landasan praktisnya.

Mengapa teologi?

Mendengarkan kata teologi selalu diidentikan dengan teori ketuhunan. Dalam bahasa yunani Theos : Dewa/Tuhan, logos : Wacana. Hal itu berlaku praktis pada teologi klasik. meminjam konsep Hassan Hanafi bahwasannya teologi tidak hanua berupa ide ide kosong tapi merupakan ide kongkrit yang mampu membangkitkan dan menuntun umat dalam mengarungi kehidupan nyata. Jika meminjam istilah Jurgen Habermas, teologi merupakan kekuatan pendorong yang dapat merubah kesepakatan keagamaan yang utama, menjadi energi, solidaritas sosial dan menyerahkannya kepada lembaga sosial dan dgn demikian menperoleh otoritas moral yang kuat.

Begitu pula teologi al ashr dalam buku ini akan berbicara mengenai teologi al ashr dalam praksis sosial kebudayaan peradaban. Teologi yang dinamis dan menggerakan serta memotivasi individu maupun komunitas. Teologi yang dimaksud disini adalah teologi yang bersifat reflektid, imajinatif, kontemplatif dan apresiatif serta penuh optimism sehingga memiliki daya gerak yang dinamis, daya ybah yang transformatif dan daya gugah yang progresif.

KH Ahmad Dahlan merupakan tokoh amal. akan tetapi mustahil aksi amal tsb tanpa dilandasi etika sosialnya. Aksi sosial kebudayaan yang dilakukan kiai Dahlan, tentu dilandasi kerangka pikiran yg mjd etos untuk melakukan gerakannya. KRH Hadjid, menulis 7 falsafah ajaran dan 17 kelompok ayat Qur’an yg menjadi pokok wejangan dan pelajaran bagi pendiri persyarikatan Muhammadiyh. Lalu terbentuklah 3 etos ( etos welas asih, etos al maun, etos ashr)

KANDUNGAN WAL ASHRI

Al Ashr merupakan surah yang terdiri dari 3 ayat. Menurut Ibnu Abbas surah ini merupakan golongan Surah Makkiyah, walaupun ini ayatnya pendek namun memiliki makna yang sangat mendalam.

Ashr artinya masa ataupun waktu.

 

TEOLOGI AL ASHR KIAI HAJI AHMAD DAHLAN

Muhammadiyah didirikan KH Ahmad dahlan berdasarkan operasionalisasi hasil perenungan dan pemahaman islam. Juga didukung oleh hasrat untuk ingin maju menghadapi pergolakkan zaman. Ada 3 ranah utama bidang sosial yang dikembangkan ( schooling, healing, feeding ) Mengenai teologi, beliau tidak terlalu banyak memperbincangkan. Menurut Yusron beliau hanya kembali kepada pendapat ulama salaf dan tidak suka berfikir mendalam mengenai hal tersebut.

 

Kelebihan : buku yang ditulis oleh Sdr. Azaki Khairudin ini menggunakan bahasa yang tidak begitu sulit untuk dipahami. Sehingga buku ini pantas untuk dibaca oleh berbagai kalangan. Dalam buku ini juga mengingatkan tentang teologi al ashr yang sebelumnya masyarakat hanya tahu tentang teologi al-maun saja. Cover di cuku ini juga elegan dan menarik ketika dilihat pertama kali.

 

Kekurangan : dalam buku ini ada penjelasan dari salah satu bab yang diulangi di bab bab selanjutnya. Sehingga terkesan terlalu boros kalimat.