Artikel

Urgensi Peran Instruktur Dasar Dalam Perkaderan

Oleh : Yuli Fajar Arifin

Instruktur Dasar PC IMM Kota Surakarta

 

Berbicara tentang makna dari sebuah tantangan zaman yang semakin hari semakin maju dan modern. Tentunya banyak hal yang telah terjadi dan berubah, tak lain yang semua itu terjadi karena sebuah keharusan akan suatu kejadian diluar kendali manusia. Akhir-akhir ini manusia mulai kembali melakukan aktivitas sebagai mana mestinya dalam berkehidupan sosial setelah kurang lebih dalam kurun waktu hampir 2 tahun manusia dilanda virus covid-19 yang dimana hal itu mengehentikan segala mobilitas yang kerap dilakukan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Tantangan yang dihadapi oleh manusia sepertinya bukan hanya dalam hal ekonomi, sosial, pendidikan, atau yang lainnya namun hal ini juga berpengaruh dalam sebuah proses perkaderan yang terjadi dalam sebuah organisasi. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa dalam sebuah organisasi untuk melanjutkan estafet kepemimpinan tentunya dalam sebuah organisasi memiliki cara, metode, dan strategi yang berbeda dalam setiap organisasinya.

Dalam hal ini penulis mencoba untuk sedikit mengkulik bagaimana sistem perkaderan yang ada dalam sebuah organisasi mahasiswa yang kerap disebutkan sebagai organisasi pergerakan, organisasi islam, serta organisasi perkaderan Muhammadiyah, yakni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah atau yang kerap disebut IMM. IMM sendiri merupakan sebuah organisasi ortom Muhammadiyah yang bergerak diranah dalam keagamaan, kemahasiswaan, dan kemasyarakatan. Seperti yang telah diketahui bersama bahwa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah memiliki dasar landasan perkaderan yang kerap disebut sebagai Sistem Perkaderan Ikatan (SPI).

Tentunya dalam sebuah proses perkaderan perlu adanya suatu konsep baik secara struktural dalam hal ini pematangan konsep perkaderan yang mampu untuk menunjang dan menjalankan sistem perkaderan ditengah pandemi ini ataupun secara kultural yang nantinya dapat dilakukan sebagai alternatif dalam proses perkaderan. Hal ini tentu melibatkan berbagai elemen yang menjadi poros dalam tatanan sistem perkaderan, diantaranya pimpinan komisariat yang terlibat langsung dalam visualisasi perkaderan tingkat dasar untuk kader-kader dasar. Selain pimpinan komisariat tentu diperlukan seorang yang mampu untuk memberikan arahan atau bimbingan kepada pimpinan komisariat yang dalam hal ini kerap disebut sebagai instruktur perkaderan. Maka dari itu penulis mencoba untuk mengajak pembaca untuk bersama-sama merefleksikan urgensi dari pada peran Instruktur dasar dalam perkaderan.

  1. Instruktur sebagai uswah atau teladan

Sesuai dengan apa yang telah termaktub dalam Q.S AL-Ahzab:21 bahwa “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah”. Dalam hal ini seorang instruktur perlu menempatkan diri sebagai seorang uswah atau teladan karena pada dasarnya seorang yang menjadi instruktur diberikan keistimewaan dalam melakukan proses perkaderan. Seorang instruktur harus mampu menjaga kode etik yang selama ini telah disepakati diawal sebelum menjadi instruktur.

  1. Instruktur sebagai pendamping dalam proses berjalannya roda perkaderan dalam komisariat.

Tentunya sudah sangat jelas bahwa yang namanya seorang Instruktur itu merupakan tangan kanan dari pada bidang kader cabang yang dalam hal ini menjadi poros dalam perkaderan ditingkat komisariat. Seperti yang telah diketahui bahwa komisariat terkadang mengalami kesulitan dalam mengkonsep akan perihal bagaimana melakukan proses perkaderan dan disitulah peran instruktur diperlukan sebagai konseptor bersama pimpinan komisariat untuk membuat suatu hal yang baru yang lebih fresh atau inovatif untuk dapat terselenggaranya proses perkaderan yang masif.

  1. Instruktur sebagai perangkat dalam perkaderan

Dalam hal ini kerap terjadi dan bahkan sudah menjadi suatu keharusan bahwa seorang instruktur menjadi perangkat baik dalam perkaderan utama maupun perkaderan pendukung, yang tak lain fungsi dari pada diadaknya pelatihan instruktur dasar nantinya terlibat dalam proses perkaderan baik yang diselenggarakan oleh bidang kader maupun bidang-bidang lain. Maka dari itu sudah menjadi tugas pokok bagi seorang isntruktur untuk dapat menjadi perangkat dalam kegiatan-kegiatan perkaderan di IMM.