|
Pimpinan Cabang Berhak Memilih |
|
|
|
|
Tuesday, 01 May 2012 03:08 |
|
IMMawati Tri Wulan Rahayu Menjelang setengah abad, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) tentunya banyak harus berbenah, dimana gerakannya harus mampu menjawab tantangan dan dinamika masyarakat yang sedang berkembang. Dalam kancah pergerakannya, IMM dapat lebih inklusif kepada siapapun dengan ciri gerakkanya yang membumi dan dapat dirasakan semua pihak. Semua stake holder di dalamnya dapat bergerak mengikuti alur visi yang telah dipolakan. Sebagai salah satu organ gerakan yang mengaku sebagai kaum intelektual, seyogyanya tidak hanya menjadi intelektual tradisional yang hanya berkutat pada dataran teoritik semata tanpa mampu membumikan teorinya dalam ralitas sosial, namun diharapkan dapat menjadi ilntelektual organik yang memiliki kemampuan sebagai organisator dan sadar terhadap identitas yang diwakili dan mewakili. Agar dapat menyeleraskan teori dengan ralitas yang ada kini IMM perlu menengok kembali beberapa unsur pedoman yang telah dipunyainya yang dijadikan rule dalam melakukan design gerakannya termasuk di dalamnya dalam menentukan kepemimpinan. IMM Mempunyai Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Pedoman penunjang dan peta konsep dari masing-masing level pimpinan hingga dapat diterjemahkan menjadi program. Semua kader memiliki kesempatan untuk menuangkan sumbangsih gagasannya untuk menentukan kepemimpinan IMM ke depan untuk menjadi lebih progress. |
|
Last Updated on Tuesday, 01 May 2012 03:37 |
|
Read more...
|
|
|
Madrasah Lintas Ilmu: Mendobrak Kejumudan Gerakan |
|
|
|
|
Monday, 23 April 2012 07:13 |
|
Sejarah kelahiran Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dalam kancah pergerakan mahasiswa di Indonesia tidak terlepas dari dua faktor penentu. Pertama, sebagai wadah perjuangan bagi mahasiswa Muhammadiyah dalam respon atas persoalan bangsa yang dilanda kemelut politik, krisis sosial juga krisis keamanan serta ekonomi pada tahun 1960-an. Kedua yakni alasan internal, dimana kebutuhan Muhammadiyah untuk melakukan proses pengkaderan di tingkatan universitas bagi intelektual akademisi. Menjelang setengah abad ini IMM agaknya mengalami gerakan quovadis dimana secara pola gerakannya belum total dalam melakukan proses transformatif kepada kader-kadernya. Keterputusan ghiroh dan kapasitas terus terjadi sejalan dengan beriringnya waktu. Hegemoni budaya barat yang sarat akan kenyamanan dalam balutan pragmantisme terus menggerogoti pemikiran dan mekanisme kehidupan kader-kadernya, sehingga lambat laun terjadi polarisasi gerakan yang kemudian kurang mengarah pada visi misi ikatan. |
|
Read more...
|
|
Monday, 28 June 2010 04:35 |
|
Musyawarah Mufakat Untuk Ketua Umum oleh Panlih IMM Kota Surakarta 2010 A. Muqoddimah Rentang panjang perjalanan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) selama ini berada di tengah lika-liku kehidupan kebangsaan dan keummatan yang mengalami proses deviasi-deviasi dari arus utamanya, untuk membangun kehidupan kebangsaan yang damai, adil, dan sejahtera. Eksistensi IMM pun, mengalami dinamika yang hampir serupa. Tentu tidak bisa dinafikkan, bahwa perjalanan IMM telah memberikan warna bagi entitas-entitas yang lain. Paling tidak IMM telah memberikan warna bagi dirinya, sehingga menampilkan sosok yang selama ini tampil, entah itu sosok yang telah memberikan warna dinamis-progresif dalam melakukan perubahan cara pandang (word-view), perilaku, ideologi gerakan dan lain-lain, yang telah memberikan artikulasi-reflektif-transformatif bagi pengembangan IMM. Ada juga warna IMM lain yang lebih sering menampilkan dirinya dalam wujud organisasi “kanak-kanak”, ia lebih sering menampilkan kehidupan organisasi yang tidak sehat, penuh dengan konflik, walaupun tidak jelas apa yang dipersoalkan bahkan diperjuangkan. Oleh karena itu, yang muncul kemudian adalah sikap-sikap arogansi dan tidak mencerminkan sebagai kader IMM. |
|
Last Updated on Monday, 28 June 2010 13:08 |
|
Read more...
|
|
|
Komunitas Sopo Tresno IMM Solo, Menyuarakan Keadilan Gender |
|
|
|
|
Monday, 23 April 2012 07:06 |
|
Kekerasan terhadap perempuan terus terjadi selama berabad perjalanan bangsa, ini adalah awal dari kesadaran kita sebagai perempuan untuk memahami dan menyebarluaskan pemahaman atas segala bentuk kekerasan terhadap perempuan Indonesia dan upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan serta penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan, karena kekerasan itu bukan hanya kekerasan fisik saja, kekerasan psikologis dan verbal juga cukup untuk membuat perempuan mati karena siksaan itu harapan kami pada semua member group ini dimanapun kita berada, adalah para penerus perjuangan untuk keadilan dan kemanusiaan bagi semua. Begitulah ungkapan dalam grup facebook komunitas Sopo Tresno Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Surakarta. Komunitas yang dibentuk awal tahun 2012 ini merupakan komunitas yang terbentuk karena keinginan untuk melakukan gerakan pemberdayaan dan advokasi terhadap issue perempuan dan anak yang setiap tahun terus terjadi. Komunitas Sopo Tresno tidak hanya eksklusif untuk IMMawati saja, namun IMMawan juga turut andil dan mengikuti sejumlah kegiatan yang dibuat bersama-sama tersebut. Di bawah Koordinasi Koordinator Komisariat IMM Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan beberapa pimpinan cabang yang konsen terhadap masalah perempuan komunitas Sopo Tresno aktif dan kontinue melakukan berbagai aktivitas setiap Kamis. Struktur komunitasnyapun telah terbentuk dari awal dan melibatkan seluruh kader dari 10 komisariat yang ada di UMS. |
|
Last Updated on Monday, 23 April 2012 07:13 |
|
Read more...
|
|
Menggagas Profil Pelopor Kaum Muda |
|
|
|
|
Thursday, 03 November 2011 01:26 |
|
Oleh: IMMawan Muhammad Syukril Amin (Ketua Umum IMM Surakarta) Pendahuluan Kemandirian dan partisipasi masyarakat dalam tataran mahasiswa untuk mewujudkan dinamisator dalam pola demokrasi adalah suatu bentuk ekpresi kewarganegaraan yang mengidentivikasikan suatu negara sedang mempratikkan demokrasi. Demikian pula partisipasi masyarakat dalam membangun pola dinamisasi kultur kemandirian ekonomi, politik dan sosial budaya merupakan jalan lain untuk mewujudkan masyarakat baru dengan dalih proses kemandirian karaker masyarakat bawah. Hal tersebut mengisaratkan bahwa kepemimpinan nasional terbentuk dari kepemimpinan entitas kecil sebagaimana wujud sub kultur yang terintegrasi untuk mengantikan kepemimpinan berikutnya. Kedua poin diatas merupakan cita-cita besar seorang pemuda dengan komponen masyarakat, bersama-sama memanifestasikan dirinya untuk membangun tradisi perpolitikan, perekonomian, dan sosial yang bergerak secara revolusioner, untuk mengarahkan menjadi diskontinuitas sejarah bangsa. Jika kita memperhatikan pemikiran dan gerakan mahasiswa yang selanjutnya memberikan pengartian tentang siasat gerakan kota tentu dalam berbagai perspektif. Hal ini menandai bahwa gerakan mahasiswa mempunyai titik tekan untuk menjadikan dirinya sebagai pelopor diantara generasi lainnya. Sepertihalnya siasat budaya, beberapa pemikiran muncul sebagai bahan tawaran, anatara lain tentang pendidikan yang membebaskan, pengembangan masyarakat, modal sosial, hingga siasat media. Pada bagian siasat ekonomi dan politik, dapat dijumpai gagasan tentang penegakan syariat islam yang akhir-akhir ini banyak mengemuka, juga di singgung tentang siasat ekonomi islam dalam kaitannya dengan perlawanan kapitalisme global dan pemberdayaan ekonomi rakyat 1. Yang selanjutnya kedua hal itu merupakan konsep membangun masyarakat baru dan tentunya dapat terwujud ketika di giring untuk mengarungi sebuah spectrum siasat bersifat praksis. Siasat yang seperti di sebutkan diatas merupakan kecakapan-kecakapan yang setidaknya diperlukan dalam melakukan perubahan melalui gerakan kota yang melalui kecakapan advokasi, manajemen konflik, dan pengorganisasian hingga sampai pada sebuah revolusi. |
|
Last Updated on Thursday, 03 November 2011 01:40 |
|
Read more...
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 2 |